Pages

Rabu, 05 Agustus 2009

tentang linux

Membuat konfigurasi router


Instalasi DNS (Domain Name Server)

Layanan yang paling fundamental pada jaringan internet adalah Name

Service. Layanan ini berfungsi untuk menterjemahkan nama host

menjadi alamat IP. Sebagai contoh jika anda ingin terhubung dengan

komputer dalam jaringan internet yang mempunyai alamat IP

202.134.0.55, anda cukup menuliskan http://www.telkom.net.id.

Alamat IP yang berupa kode bilangan sangat susah untuk diingat

dibanding dengan alamat web site. Dengan adanya DNS akan sangat

membantu untuk berhubungan dengan komputer dalam jaringan tanpa

perlu mengetanui alamat IP-nya.

Untuk menjalankan DNS, diperlukan paket-paket BIND yang harus

terinstal. Pada RedHat 9.0 paket BIND yang diperlukan antara lain :

§ bind-9.2.1-16.i386.rpm

§ redhat-config-bind-1.9.0-13.noarch.rpm

§ bind-utils-9.2.1-16.i386.rpm

§ caching-nameserver-7.2-7.noarch.rpm

Sebelumnya check terlebih dahulu apakah package-package yang

dibutuhkan sudah terinstal, yaitu dengan perintah :

[root@server root]# rpm -qa | grep bind

bind-9.2.1-16

redhat-config-bind-1.9.0-13

bind-utils-9.2.1-16

[root@server root]# rpm -qa | grep nameserver

caching-nameserver-7.2-7

Jika package-package tersebut belum terinstal maka untuk melakukan

instalasi pada RedHat Linux 9, dilakukan langkah-langkah berikut :

a) Mount CD-ROM dengan perintah

[root@server root]# mount /mnt/cdrom

50

b) Berpindah pada direktori dimana package-package tersebut

diletakkan, misal ada pada direktori

/mnt/cdrom/RedHat/RPMS/, maka dengan perintah

[root@server root]# cd /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/

c) Lakukan instalasi dengan perintah

[root@server root]# rpm -Uvh bind-9.2.1-

16.i386.rpm redhat-config-bind-1.9.0-

13.noarch.rpm bind-utils-9.2.1-16.i386.rpm

caching-nameserver-7.2-7.noarch.rpm

Preparing...

######################################## [100%]

1:caching-nameserver

######################################## [100%]

2:bind

########################################

[100%]

3:bind-utils

########################################

[100%]

4:redhat-config-bind

######################################## [100%]

d) Penuhi dependensi apabila dibutuhkan

e) Lihat file yang telah terinstal dengan perintah

[root@server root]# rpm -ql bind | less

Named.conf

File konfigurasi untuk daemon named disebut named.conf, terletak di direktori /etc. File tersebut menggunakan sintaks yang fleksibel yang mirip dengan program C. Formatnya mudah untuk melakukan mengkonfigurasi zone, mengaktifkan fitur-fitur seperti akses control list dan kategori pencatatan log. File named.conf terdiri dari perintahperintah

konfigurasi bind yang dibatasi oleh blok. Dengan pilihanpilihan spesifik yang terdaftar. Perintah konfigurasi diikuti oleh argumen dan blok yang ditandai oleh tutup kurung kurawal. Didalam blok terdapat baris pilihan dan input fiturfitur.Tiap masukan dipisahkan oleh titik koma. Komentar dapat menggunakan sintaks C,C++ atau shell/perl seperti /* */, // atau #.Contoh dibawah ini menampilkan perintah zone diikuti oleh nama zone dan blok pilihan yang dimulai dengan buka kurung kurawal {. tiap akhir pilihan diakhiri dengan titik koma. Pada akhir blok ditutup dengan tutup kurung kurawal yang diikuti juga dengan titik koma.

//a caching only nameserver config

//

zone “.”{

type hint;

file “named.ca”;};

Perintah zone digunakan untuk menunjukkan domain yang dilayani oleh name server.

Masukkan kata kunci zone diikuti oleh nama domain yang dibuka dan ditutup dengan tanda kutip. Jangan tempatkan periode pada akhir nama domain.

Terdapat beberapa tipe zone yang dapat dipilih antara lain : master, slave, stub, forward dan hint.Tipe master digunakan jika zone tersebut memegang otorisasi dan informasi utama dari zone

Panduan Langkahlangkah

Konfigurasi

Mesin yang digunakan dalam contoh ini telah dikonfigurasi dan diberikan IP sebagai berikut:

Nama Komputer : ns

Nama Domain : ristek.go.id

FQDN : ns.ristek.go.id

Routable/IP Statis : 222.124.63.122

NonRouteable IP : 192.168.1.226

Buka File /etc/named.conf. File harus dikonfigurasi sebagai berikut:

Penjelasan file /etc/named.conf

Bagian ini merupakan bagian file konfigurasi standar

Blok ini juga merupakan bagian file konfigurasi standar. Setelah blok ini anda dapat memulai konfigurasi named.conf sesuai konfigurasi zone anda sebagai berikut:

Kata kunci zone sudah ditulis di atas. Tulis nama zone diapit dengan tanda kutip. Nama zone harus merupakan nama domain anda. Baris pertama dalam blok mendefinisikan tipe zone yaitu master. Tipe master maksudnya bahwa dia merupakan name server yang independent yang maksudnya adalah bahwa tidak membutuhkan update dari name server lain dan jika ingin update dari name server lain harus dikonfigurasi dengan tipe slave. File menunjukkan nama file zone yaitu ristek.zone, tempat dimana anda mengkonfigurasi zone tersebut.

File konfigurasi ini digunakan untuk memetakan dari alamat komputer ke nama komputer.

Catatan:

Jangan lupa untuk meletakkan titik koma(;) setelah tutup kurung kurawal di setiap blok

zone

jangan lupa untuk meletakkan titik koma setelah pernyataan di blok zone

.zone pada nama file hanya merupakan kesepakatan nama dan anda dapat menggunakan kesepakatan nama sendiri untuk tujuan ini.

Semua file yang disebutkan di named.conf harus ada di direktori spesifik pada pilihan

blok {} dan harus dikonfigurasi secara benar.Setelah melakukan konfigurasi file named.conf langkah selanjutnya adalah konfigurasi file zone. Pindah ke direktori spesifik yang disebutkan dipilihan blok {} file named.conf yaitu /var/named/chroot/var/named/

Mulai mengkonfigurasi file zone ristek.zone ( yang disebutkan di baris ketiga blok di file

named.conf.

Catatan:

ns merupakan nama komputer yaitu nama dari mesin daemon named berjalan

222.124.63.122 merupakan alamat komputer dari mesin ns yang telah didefinisikan

www dan ftp merupakan nama komputer virtual. Sebagai contoh alamat lengkap dari

vitual host www adalah www.ristek.go.id. Anda dapat menambahkan virtual host

sesuai kebutuhan anda.

Ketika menulis SOA, tulis dengan format namakomputer.namazone ( nama zone

merupakan nama yang anda deklarasikan di file /etc/named.conf) pada contoh di atas

pada baris pertama adalah ns.ristek.go.id dimana ns merupakan nama komputer dan

ristek.go.id adalah nama zone. Tulis nama administrator zone dengan format

accountemail.namakomputer.namazone pada contoh di atas adalah

admin.ns.ristek.go.id

Jangan lupa untuk meletakkan titik (.) setelah ns.ristek.go.id, admin.ns.ristek.go.id dan

ns.ristek.go.id pada baris 2 dan 8. Konfigurasi selanjutnya adalah zone reverse yang

menterjemahkan dari alamat komputer ke nama komputer. Nama file yang digunakan

pada contoh di atas adalah db.222.124.63.

Buka file /etc/resolv.conf dan tulis baris berikut:

Menjalankan daemon named:

Jalankan dns server dengan perintah skrip berikut.

Anda dapat menjalankan, mematikan atau merestart daemon dengan meletakkan start,stop restart di akhir skrip /etc/init.d/named.

Mengecek DNS

Ping domain anda atau virtual host anda.

DHCP SERVER

DHCP Server adalah server yang mampu memberikan IP Address secara otomatis/dinamis kepada komputer klien sehingga komputerkomputer

dalam jaringan bisa terhubung. Dalam sebuah LAN DHCP server melakukan alokasi alamat komputer, dan mengirimkan parameter konfigurasi jaringan seperti gateway, netmask, DNS dan lain-lain. DHCP mendukung tiga

macam mekanisme pemberian alamat komputer yaitu:

Alokasi Otomatis : Alamat komputer tetap untuk setiap klien

Alokasi Dinamis : Alamat komputer diberikan dengan periode waktu tertentu oleh DHCP Server

Alokasi manual : Network Administrator secara langsung memberikan alamat computer ke klienklien

Fedora Core 5 menyediakan aplikasi server DHCP yang disebut DHCPD.

4.2 Instalasi DHCP

Pertama kali harus kita pastikan bahwa DHCPD telah terinstal pada komputer Anda. Anda dapat mengeceknya dengan perintah #rpm -q dhcpd

Keterangan :

option routers : Mendefinisikan default gateway untuk router

option netmask : Mendefinisikan netmask untuk klien

option domainnameserver: Mendefinisikan DNS server yang digunakan klien

range : Jangkauan alamat komputer yang akan dialokasikan untuk klien.

Menjalankan DHCPD

Anda dapat mengaktifkan server dhcpd dengan perintah berikut ini:

#/etc/init.d/dhcpd start

Melihat status DHCPD

Untuk melihat klien yang aktif jalankan perintah berikut

INSTALASI JOOMLA

v Sebelum installasi joomla maka kita harus punya data base,berikut car menginstalnya:

Instalasi Database Server MySQL

Database merupakan layanan yang sangat penting dalam

pembangunan sistem informasi. Suatu instansi seperti bank,

universitas, kantor pajak, kepolisian, perusahaan telekomunikasi dan

lainnya hampir dapat dipastikan membutuhkan server database untuk

menyimpan dan mengorganisasi data-datanya.

Untuk melakukan instalasi database server MySQL, sebelumnya perlu

dicek apakah package-package yang dibutuhkan sudah terinstal

dengan perintah :

[root@server root]# rpm -qa | grep mysql

mysql-server-3.23.54a-11

mysql-3.23.54a-11

mod_auth_mysql-1.11-12

php-mysql-4.2.2-17

Apabila package-package tersebut belum terinstal maka untuk

melakukan instalasi pada RedHat 9.0, dilakukan langkah-langkah

berikut :

a) Mount CD-ROM dengan perintah

[root@server root]# mount /mnt/cdrom

b) Berpindah pada direktori dimana package-package tersebut

diletakkan, misal ada pada direktori

/mnt/cdrom/RedHat/RPMS/, maka dengan perintah

[root@server root]# cd /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/

c) Lakukan instalasi dengan perintah

[root@server root]# rpm -Uvh mysql-server-

3.23.54a-11.i386.rpm mysql-3.23.54a-11.i386.rpm

mod_auth_mysql-1.11-12.i386.rpm php-mysql-

4.2.2-17.i386.rpm

Preparing...

#########################################

[100%]

1:mod_auth_mysql

#########################################

[100%]

2:mysql

#########################################

[100%]

3:mysql-server

#########################################

[100%]

4:php-mysql

#########################################

[100%]

d) Penuhi dependensi apabila dibutuhkan

e) Lihat file yang telah terinstall dengan perintah

[root@server root]# rpm ��ql mysql | less

Membuat database Joomla

Joomla saat ini menggunakan database MySQL. Jika Anda ingin menggunakan database

dengan nama dbjoomla lalu user database userjoomla maka pertamatama

Anda dapat membuat database lalu membuat user dengan hak tertentu :

# mysqladmin –u root -p create dbjoomla

Masuk ke dalam databae MySQL:

Jika berhasil maka akan muncul pesan :

Lalu akhiri dengan :

Cara lain dalam pembuatan database salah satunya adalah dengan menggunakan aplikasi

pengelolaan MySQL berbasis web, yaitu phpMyAdmin (http://www.phpmyadmin.org).

Unduh Joomla

Untuk mendapatkan rilis terakhir dari Joomla, Anda dapat mengunjungi situs

http://joomla.org. Nama File yang akan didapatkan biasanya berbentuk Joomla_x.x.xStableFull_

Package.tar.gz. Dalam dokumen ini digunakan Joomla versi 1.0.12, karena itu

nama File yang diunduh adalah Joomla_1.0.12StableFull_

Package.tar.gz.

Salinlah file ini ke direktori kerja yang diinginkan, misalnya

Masuklah ke direktori kerja lalu ekstrak file Joomla tersebut :

Hingga tahap ini Joomla sudah siap untuk di install melalui browser.

Instalasi dengan Browser

Pada saat Joomla baru saja di salin ke direktori yang diinginkan, beberapa setting

wewenang (permission) masih perlu kita atur agak proses instalasi berjalan dengan

sempurna.

Pemeriksaan Prainstalasi

Perhatikan browser Anda ketika dimasukkan URL :

hasilnya:

Pada saat selesai membuat file konfigurasi, webserver akan berusaha menulis file

konfigurasi (configuration.php) ke dalam direktory dimana Joomla berada

(/home/joomla/public_html/ cmsjoomla), karena itu untuk sementara waktu kita perlu

membuat direktory tersebut bisa ditulis oleh webserver. Caranya adalah :

Bila browser kita refresh, maka informasi Required Settings Check menjadi :

]

0 komentar:

Share

Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More